Pembelajaran Anak Usia Dini



PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI

1.      Dunia anak dunia bermain
Dunia bermain adalah dunia anak-anak. Selain dunia anak bermain juga merupakan hak anak. Banyak orang tua yang berpendat bahwa dengan belajar anak bisa menjadi pintar dan terlalu banyak bermain membuat anak tidak bisa menjadi pintar.
Menurut Papalia, dalam bukunya yang berjudul Human Development, mengatakan bahwa dunia anak-anak adalah dunia bermain. Dengan bermain anak akan menggunakan seluruh tubuhnya mulai dari otot-otot besar, otot kecil, dan seluruh panca indra. Lewat bermain anak secara tidak langsung menstimulasi seluruh otot tubuh, panca indraya dan anak juga bisa mengeksplorasi dunia yang ada di sekitarnya. Melalui bermain anak-anak akan menemukan hal-hal yang baru, anak juga akan berpikir kapan harus menggunakan keahliannya. Ketika bermain tidak hanya fisik motorik saja yang terlatih tetapi kemampuan kognitif, kemampuan berinteraksi dengan orang lain dan anak juga akan belajar mengontrol emosinya ketika menghadapi suatu masalah.
Pada jaman sekarang entah itu di desa taupun dikota, karena kemajuan tehnologi dan persaingan yan berkembang pesat, anak yang baru ber umur 1,5 tahun sudah harus mengikuti sekolah seperti kelompok bermain dll. Anak akan merasa bosan jika dari umur 1,5 tahun sudah di sekolahkan, karena dalam sekolah kegiatan bermain anak akan menjadi berkurang karena orang tua yang ambisuis orang tua selalu ingin anak bisa CALISTUNG (membaca, menulis, berhitung). Dalam dunia anak, anak memerlukan kebebasan yang menyenangkan seperti kebebasan dalam bermain, kebebasan mengungkapkan ekspresinya dan kebebasan dalam berpendapat.
Dalam kegiatan bermain anak akan menemukan sebuah kebebasan. Kebebasan yang maksud disini adalah kebebasan yang menyenangkan. Jika bermain di gabungkan dengan pembelajaran seni rupa, maka sangat serasi sekali karena anak dalam seni rupa untuk anak usia dini tidak dituntut untuk menggambar yang bagus melainkan untuk melatih mengkoordinasikan mata dan tangan mereka. Anak akan merasa senang jika anak membuat goresan-goresan warna sesuai dengan keinginan dan imajinasinya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Model Pembelajaran Klasikal dan Individual

Kolase dan Montase Untuk Ana

Cetak Datar, Tinggi, Saring/Sablon, Kayu